Mesin Dingin, Berita Panas



Taman buffer adalah zona penyangga, berfungsi sebagai pemisah atau penyaring antara area produksi pabrik dengan lingkungan sekitar. Di lokasi inilah Nur duduk di bangku, sibuk dengan buku tebal (tanda dia sudah mulai kuliah). Kala itu Nur memakai jaket almamater kampusnya.


Ini adalah Senin ke-3 hubungan Indonesia-Rusia berlanjut, dimana kali itu Rustam datang membawa dua gelas teh dari kantin.


Rustam, "Ugoshchaytes' chayem."


Nur, "Spasibo".


Rustam, "Pozhaluysta".


Nur, "Kalimat kamu sebelum ini, apa artinya?"


Rustam, "Ugoshchaytes' chayem artinya, 'Silakan nikmati tehnya'."


Nur, "Bahasa Rusia-nya 'teh" apa?"


Rustam, "Chay."


Nur menirukan kata "chay", tapi rasanya memang aneh di bibirnya, apalagi saat menyeruput teh tersebut.


Rustam, "Sudah daftar kuliah, kan?"


Nur mengangguk, "Ini buku-buku yang harus aku pelajari. Gak tau, apa aku bisa bagi waktu antara kuliah dan kerja."


Rustam mengambil salah satu buku, untuk kemudian mengecek isinya.


Nur, "Gimana rasanya kuliah S2?"


Rustam: "Kalau S2, ilmunya lebih spesifik."


Nur kagum. Ada rasa aman yang tumbuh.


-----


Hari pun berganti Minggu, Nur dan Rustam sering bersama di pabrik. Rustam memang sibuk mempersiapkan kedatangan mesin dari Jerman. Kesempatan ini membuat mereka jadi dekat satu sama lain. 


Hingga tiba saatnya di Senin ke-7, di Area Loading Dock & Gedung Pengolahan, datanglah sebuah mobil kontainer. Suara klakson truk raksasa memecah suasana. Truk kontainer masuk ke "loading dock".


Pak Hadi, Bu Dea, dan seluruh manajer keluar gedung administrasi. Wajah mereka penuh kemenangan. Pak Budi bahkan terlihat sumringah, siap memimpin instalasi.


Pak Budi menggoda: "Kalau infrastruktur memadai kayak gini, siapa yang gak takut kapasitas produksi ditambah."


Bu Dea tersenyum, "Berarti siap melayani 'goyang sosis viral' dong, ya?"


Pak Slamet: "Jangankan sosis goyang, Bu Dea. Sosis lompat aja kita ladeni dengan teknologi terbaru ini."


Rustam sangat sibuk mengarahkan teknisi Jerman (lewat telepon/video call) dan teknisi lokal.


Di sela kesibukan instalasi mesin, Nur menghampiri Rustam untuk berterima kasih lagi soal kamus saku. Nur mencoba memakai satu kata Rusia yang baru ia pelajari: "Khorosho" (Bagus/Baik).


Rustam hanya tersenyum tipis, matanya terus melirik layar ponsel yang bergetar. "Nur, apa pun yang terjadi hari ini... Ingatlah kalau produk kalian tetap yang terbaik," kata Rustam. 


Kalimat ini terdengar seperti firasat.


-----


Sebelum mesin dinyalakan, Pak Hadi mengajak semua karyawan doa bersama di depan mesin yang masih berkilau itu. Nur melihat Rustam berdoa dengan sangat khusyuk. Nur merasa dalam hati, "Inilah jawaban dari semua doa-doa kami."


-----


Mesin dinyalakan. Suaranya halus sekali. Tapi tiba-tiba, layar monitor di mesin "Sausage Filler" itu berkedip merah.


Pak Slamet bingung: "Lho, kenapa ini?"


Pak Budi: "Ada apa, Pak Slamet?"


Pak Slamet mengecek lagi, tombol "power" ditekan. Mesin menderu halus, sangat sunyi dibandingkan mesin lama. Semua lega. Tapi, baru berjalan lima menit, lampu indikator merah menyala kembali. Sistem terkunci (locked).


Pak Slamet panik: "Loh, ini butuh kode otorisasi dari pusat VSD di Rusia lewat jaringan internet!"


Ada tulisan di layar yang berbunyi, "System Locked. Authentication Required."


Rustam: "Penggunaan 'kode otorisasi digital' ini memang canggih."


Pak Slamet, "Ya, namanya juga era Industrial Internet of Things."


Rustam mencoba masuk ke sistem lewat laptopnya, wajahnya mulai pucat. "Server di Rusia tidak merespon," gumamnya.


-----


Sementara itu di kantin karyawan yang mulai sepi, Wulan duduk sendirian sambil makan siang. Tiba-tiba perhatiannya tertuju ke berita di TV.


Wulan membesarkan volume TV dimana pembawa berita membacakan, "Pemilik utama VSD di Rusia terjerat kasus penggelapan pajak dan pencucian uang skala besar."


Wulan kaget, ia lantas mengecek berita di ponsel, makin terkejut-lah dia. Wulan setengah berlari tinggalkan kantin.


-----


Sedangkan di gedung pengolahan, dimana yang lain mulai bingung dengan mesin yang tak kunjung menyala. Tiba-tiba Wulan muncul dengan berlari. Ia menunjukkan layar ponselnya ke Nur dan para manajer. Berita berbunyi...


"VSD RUSSIA UNDER INVESTIGATION: ALL INTERNATIONAL ASSETS FROZEN"


Nur menjelaskan dengan kemampuan bahasa Inggris-nya, "Pemilik utama VSD di Rusia terjerat kasus penggelapan pajak dan pencucian uang skala besar, Pak-Bu! Pemerintah Rusia membekukan seluruh aset dan mematikan semua sistem operasional digital perusahaan tersebut secara global."


Bu Dea mengecek ponsel-nya. Ada lagi berita dari saluran TV lain dimana pembawa acara mengatakan...


"Volga Sausage Distributors (VSD) Rusia disegel pemerintah terkait skandal pencucian uang. Seluruh kontrak internasional dibatalkan seketika."


Bukan main semua kaget.


Pak Budi, "Gimana ini, Pak Hadi?"


Pak Hadi, "Jadi mesin ini gak bisa dihidupkan?"


Pak Slamet, "Enggak, Pak. Ini namanya 'remote killer'. Jika aset VSD dibekukan, otomatis mesin ini nggak bisa dipakai."


Pak Budi, "Inilah susahnya Industrial Internet of Things. Repot."


Di tengah kepanikan Pak Hadi dan Bu Dea, Nur mencari sosok tinggi Rustam. Dia hanya melihat laptop Rustam masih menyala di meja teknisi, tapi orangnya sudah tidak ada. 


Pak Hadi: "Maksudnya. Kalau aset mereka beku... artinya investasi ke kita ilegal? Mesin ini... nggak bisa dipakai?"


Bu Dea mencari Rustam: "Rustam! Jelaskan ini!"


Bu Dea hanya melihat Nur yang bergegas pergi dari tempat itu.


-----


Saat tiba di parkiran, Nur tak menemukan Rustam. Motor koplingnya juga sudah hilang dari parkiran.


Nur menelepon Rustam. 


"Tuuut... Tuuut..." Nomor tidak aktif.


Telpon lagi, yang jawab malah operator, "Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi."


-----


Sepasang kaki melangkah gontai di ruang pengolahan. Itu adalah Nur yang kemudian berdiri sendirian di depan mesin Jerman seharga miliaran itu—mesin yang kini tak lebih dari sebongkah besi dingin yang tak berguna. Mesin yang megah tapi mati total. Di tangannya, kamus pemberian Rustam terjatuh ke lantai beton yang dingin.


Suara mesin Jerman tercanggih ini sekarang "sunyi", berbeda dengan mesin lama yang "parau". Namun sunyi ini terasa mencekam.


Nur (dalam hati): "Senin yang dijanjikan, Kamis yang ditunggu... tapi hari ini, dunia seolah berhenti berdetak."


BERSAMBUNG...

=====

JUDUL: HALAL HEARTBEAT

JUDUL EPISODE 6: MESIN DINGIN, BERITA PANAS

Oleh: Lolo Tukang Ketik

-----



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Halal Heartbeat

Rahasia di Balik Bambu

Kode Enkripsi